Kamis, 28 Juli 2016

Alamat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Se- Indonesia

Berikut terlampir alamat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) yang terdiri dari 31 Provinsi, sebagai berikut:

Lambang Nahdlatul Ulama (NU)


1. PWNU N.A.D          : Jl. Mr. HM. Hasan Bathoh Banda Aceh. Telp : 0651-32891 pwnuaceh@yahoo.com
                                            
2. PWNU SUMUT        : Jl. Sei Batanghari No.52 MEDAN  Telp/Fax ;061-4536120

3. PWNU RIAU            : Jl. KH. A. Dahlan No.98 A Sukajadi Pekanbaru Riau  28124  0761-                                                           42137                                                          
4.  PWNU JAMBI        : Jl. Arief Rahman Hakim Depan Madrasah Aliyah Labor ( IAIN ).Telanai Pura, Jambi

5.  PWNU SUMBAR     : Jl. Ciliung No. 10 Padang Baru Timur

6.  PWNU SUMSEL      : Jl. Mayor Batubara Lr. Nurul Huda No. 1889, Palembang

7.  PWNU BABEL         : Jl. KH. Kholid Samid Komplek MINU Belakang Masjid Jami' Kel. Gedung Nasional                          Kec. Taman Sari Kab. Pangkal Pinang

8.  PWNU KEPRI         : Asrama Haji, Jl. Engku Puteri Batam Centre, Kota Batam  

9.  PWNU BENGKULU : Jl. KH. Hasyim Asyhari Raya No. 24 Rt 05 Betungan, Bengkulu 38214

10. PWNU LAMPUN: Jl. Purnawirawan No.56 Gedung Meneng Bandar lampung.

   11.  PWNU JABAR       : Jl. Terusan Galunggung No. 9 BANDUNG 40263
  
   12.  PWNU BANTEN    : Jl.Raya Cilegon No.40 Kepandean, Serang, BANTEN

   13.  PWNU DKI           : Jl. Utan Kayu Raya No.112 Jakarta Timur

   14.  PWNU JATENG     : Jl. DR. Cipto No. 180 Semarang 50125

   15.  PWNU D I Y         : Jl. MT. Haryono No. 40-42 Jogjakarta 55141

   16.  PWNU JATIM       : Jl. Masjid Al Akbar Timur 9 Surabaya 60235

17.  PWNU KAL-SEL    :  Jl. Hasanudin HM No. 2 , Banjarmasin 71111

18.  PWNU KAL- BAR  :  Jl. Husein Hamzah  No.1 Pontianak 78117, Telp : 0561-774963
                                     E-mail : pwnu_kalbar@yahoo.com

19.  PWNU KAL- TENG: Jl. Jl. Intan II No. 335 G.  Obos Palangkaraya 73111

20.  PWNU KAL –TIM  : Jl. Imam Bonjol No. 07 Samarinda

21.  PWNU SUL-BAR   : Jl. P. Kemerdekaan 29 A UNIZAL  Makassar 90245

22.  PWNU SUL – UT   : Jl. Hassanudin 14 Kel. Islam Kompleks MAN Model, MANADO

23.  PWNU SUL –TENG: Jl. Lasoso No.44 Bumi BahariSulawesi Tengah 94221

24.  PWNU SUL- SEL   : Jl. P. Kemerdekaan No.29 A Makassar 90245

25.  PWNU SUL-TRA   : Jl. R. Suprapto No.20 Kendari 93114

26.  PWNU GORONTALO    : Jl Sam Ratulangi No. 16 Kota Gorontalo Telp : 0435-80838062-63

27.  PWNU BALI          : Gedung Serbaguna NU Bali Jl. Pura Demak Buangan, Denpasar

28.  PWNU NTB           : Jl. Pendidikan No.6 Mataram 83125

29.  PWNU NTT           : Jl. Gajah Mada No. 49 Kupang

30.  PWNU MALUKU   : Jl. De Pretes  No. 31 Rt 002 Rw 01 Kel. Waihaong  Kecamatan Nusaniwe Ambon

31.PWNU MALUKU UTARA   : Jl. Dufa Dufa Pantai Depan STAIN Ternate, Maluku Utara

32. PWNU PAPUA       : Jl. Sulawesi No.6 Dok V Atas Jayapura 99114
                                    Jl. Percetakan No.126 Jayapura           Telp.0967- 531779
                                                                                          Telp.       -531758
                                                                                                        -550113

Rabu, 27 Juli 2016

SEJARAH KETUPAT DI INDONESIA

Kalo disebut nama Ketupat, banyak dari kita sudah mengenal jati dirinya. Eksistensi ketupat dikalangan masyarakay Indonesia sendiri sudah familiar dan menjadi budaya yang bisa dinikmati semua kalangan khususnya pada waktu Lebaran. Bahkan diluar lebaranpun, ada sebagian orang/ pedagang yang menggunakan ketupat sebagai cara menikmati hidangan makan. Namun, tak sedikit dari kita mengetahui awal mula ketupat itu sendiri. Bagaimana skenario munculnya ketupat dan bagaimana falsafah dibalik bahan baku, bentuk dan isi ketupat?


Ketupat


Adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan Ketupat pada masyarakat Jawa. Bermula ketika Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu bakda Lebaran dan bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran.

Arti Kata Ketupat

Ada beberapa istilah yang merepresentatifkan kata ketupat.
Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat. Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan. Laku papat artinya empat tindakan.

 Ngaku Lepat (Kupat/ Ketupat)

Tradisi sungkeman menjadi implementasi 'NGAKU LEPAT' (mengakui kesalahan) bagi orang jawa. Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.

Laku Papat

1. Lebaran. 2. Luberan. 3. Leburan. 4. Laburan, dan pejelasan sebagai berikut:

1. Lebaran » Sudah usai, menandakan berakhirnya waktu puasa.
2. Luberan » Meluber atau melimpah, ajakan bersedekah untuk kaum miskin. Pengeluaran zakat fitrah.
3. Leburan » Sudah habis dan lebur. Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.
4. Laburan » Berasal dari kata labur, dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding. Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.

 
 FILOSOFI KETUPAT

Ketupat terbuat dari janur (daun kelapa muda) dan berbahan dasar beras. BERAS ternyata di analogikan simbol dari NAFSU DUNIA. Sedangkan JANUR merupakan kependekan dari kata ‘JATINING NUR’, diartikan Hati Nurani. Jadi ketupat merupakan manifestasi dari nafsu dunia yang bisa ditutupi dengan Hati Nurani. Kodrat manuisa mempunyai hawa nafsu. Mustahil untuk kita meniadakan hawa nafsu tersebut karena kita bukan malaikat. Akan tetapi bisa dikendalikan dengan hati nurani.


Beras yang menjadi bahan pokok Ketupat

Kenapa mesti dibungkus janur? Janur, diambil dari bahasa Arab ‘JA’A NUR’ (telah datang cahaya). Bentuk fisik ketupat yang segi empat ibarat hati manusia. Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti kupat yang dibelah, pasti isinya putih bersih, hati yang tanpa iri dan dengki. Kenapa? karena hatinya sudah dibungkus cahaya (Ja’a Nur).


 
Ketupat dibelah menjadi dua

Bentuk segi empat ketupat sendiri diinterpretasikan oleh masyarakat jawa sebagai KIBLAT PAPAT LIMO PANCER yang diartikan sebagai KESEIMBANGAN ALAM: 4 arah mata angin utama; Timur, Selatan, Barat, dan Utara, yang semuanya bertumpu pada titik setral (Kiblat). Apabila salah satuya hilang, keseimbangan (alam) pun akan hilang. Begitupun dalam berkehidupan, kemana kita berada hendaknya tidak melupakan pancer (tujuan) hidup.

Kiblat Papat Limo Pancer dapat pula diartikan 4 macam nafsu manusia dalam tradisi jawa, yaitu:

1. Marah (emosi)
2. Aluamah (nafsu lapar)
3. Supiah (memiliki sesuatu yg bagus)
4. Mutmainah (memaksakan diri)

Empat hal diatas menjadi ‘musuh’ kita bersama selama berpuasa sebulan lamanya. Dengan menyantap ketupat, diartikan bahwa kita telah mampu memberdayakan diri kita dari hal yang bisa merusak kesempurnaan ibadah puasa menuju kemenangan yg penuh fitri yang insya Allah diridhai Allah SWT.



Ketupat + Opor Ayam


Ketupat + Sate


Falsafah ketupat memiliki beberapa definisi, antara lain:

1. Merefleksikan berbagai macam kesalahan manusia jika dilihat dari kerumitan anyaman ketupat
2. Menggambarkan kesucian hati setelah mohon maaf lahir batin, dilihat dari warna putih ketupat jika terbelah
3. Mencerminkan kesempurnaan, dilihat dari totalitas bentuk ketupat. Semuanya tergambar dari kemenangan umat islam sebulan lamanya berpuasa.


Budaya Nusantara yang berkembang dan dilestarikan oleh masyarakay setempat seyogyanya menjadi hal yang patut diapresiasi oleh masyarakat lain, salah satunya Ketupat. Dibalik penampilan yang sedehana dan has memiliki nilai historis dan social kultural yang berfalsafah keislaman dan kemanusiaan jika kita mengetahui sejarahnya. Untuk itu, betapa besar peran para wali songo dalam memperkenalkan dan menyebarkan ajaran agama Islam tanpa harus menghakimi namun mengemasnya dengan nilai- nilai islami.

Selasa, 26 Juli 2016

Kunjungan Singkat dan Seputar Tempat Istimewa dikota Cirebon

Sudah menjadi tradisi sebagian masyarakat, bulan Juni dan seterusnya merupakan bulan- bulan ‘kondangan/udangan’ dan bulan hajatan. Mengapa demikian,  karena tak sedikit kalangan masyarakat menyelenggarakan hajatan/ acara Pernikahan, Khitanan, Syukuran, dll. Bulan Juni dalam abreviasi Jawa disebut pula maju ani-ani (janur), arti hadirnya janur yang menjadi simbol/ tanda pernikahan. Penggunaan istilah ‘Janur’ pula sering diutarakan seorang pria untuk mendapatkan pujaan hatinya dengan kalimat ‘sebelum janur Kuning melengkung’. Dan juga, dibulan-bulan tersebut terdapat Hari Raya Idul Fitri (Lebaran) yang notabenya menjadi momentum tahunan para kerabat dan sanak family berkumpul.

Hari itu, dibulan Juli 2016 saya mendapat udangan Pernikahan teman kuliyah. Sengaja saya sempatkan hadir karena lokasinya cukup dekat dari Jakarta, tepatnya didaerah Suranenggala Kab. Cirebon. Disamping menghadiri undangan tersebut, ada niatan juga untuk jalan- jalan dikota tersebut. Kota yang asri, nyaman, dan penuh kenangan. Kota ‘Wali’ karena terdapat Makam Sunan Gunung Djati. Kota ‘Sejarah’ karena adanya  beberapa Tempat Sejarah (Keraton Kasepuhan, Kereta Singo Barong Kasepuhan, Keraton kanoman, Kereta Paksi Naga Lima, Kereta Kacirebonan, Masjid Sang Cipta Rasa, Pedati Gede Pekalang, Tari Topeng Cirebon, dll). Kota ‘Kuliner’ terdapat berbagai macam Makanan Khas Cirebon (Nasi Lengko, Nasi Jamblang, Empal Gentong, Tahu Gejrot, Docang, Sate kalong, Bubur sop Khas Cirebon dll). Kota ‘Wisata’ dengan beberapa tempat rekreasi dan edukasi (Keraton Kasepuhan, Keraton kanoman, Keraton Kacirebonan, Taman Kera kalijaga, Taman Ade Irma Suryani, Goa Sunyaragi, Objek Wisata Plangon, Linggarjati, dll). Dan Kota ‘Oleh-oleh’ yang wajib dikunjungi untuk dijadikan Buah tangan (Batik ‘Megamendung’ Cirebon, Manisan Mangga, Krupuk Mralat, Krupuk Udang, Sirup Tjampolay, Terasi Udang Khas Ciebon, Krupuk Lambak, dll). Memang banyak sekali pilihan tempat yang bisa dikunjungi dan aneka makanan yang dapat dicicipi dikota Cirebon yang pastinya memberi pengalaman yang berkesan bagi anda, teman, dan keluarga. (for more information http://caruban.weebly.com/tempat-sejarah-cirebon.html) #TempatSejarahWisatadanKulinerCirebon

Keraton Kasepuhan Cirebon


Keraton Kanoman Cirebon


Keraton Kacirebonan




Goa Sunyaragi


Makam Sunan Gunung Jati



Nasi Jamblang


Tari Topeng Cirebon


Sirup Tjampolay

Masjid At- Taqwa Cirebon


Saya memilih moda transportasi kereta Api menuju kota Cirebon, walaupun bisa juga ditempuh menggunakan bis atau transportasi lainnya dari Jakarta. Jadwal keberangkatan tiap transportasi berbeda- beda tentunya. Bus biasa berangkat pagi (06.00 WIB - 09.00 WIB), Sore (16.00 WIB - 18.00 WIB, dan Malam (20.00 WIB - 02.00 WIB) dari Jakarta (Terminal di Jakarta) menuju Cirebon (Terminal Harjamukti). kalau Kerata sangat variatif jadwal keberangkatannya, alangkah baiknya kita searching/ mencari tahu terlebih dahulu jadwal keberangkatan Kerata Api distitus tiket.kerat-api.co.id, atau melalui situs oline lainnya. Saya menggunakan Kerata Api Cirebon Express (Cirex) berangkat dari Jakarta (Gambir) pukul 12.10 WIB tiba di Stasiun Cirebon (Kejaksan) pukul 15.21 WIB dan bervariatif untuk tarif weekday dan weekendnya. Untuk weekday kelas Bisnis Rp 90.000 dan Eksekutif Rp 120.000, sedangkan pada waktu weekend harga untuk kelaas bisnis Rp 90.000 - Rp 120.000 dan kelas Eksekutif Rp 120.000 - Rp 180.000 dan berlaku juga untuk sebagian kereta yang lainnya. Suasana Kerata Api yang bersih, nyaman dan pelayanan yang baik menjadikan jarak tempuhnya pun relative singkat. Sepanjang perjalanan lebih banyak disuguhi dengan hamparan sawah yang asri, sesekali menikmati suasana Kota penyanggah ibukota juga akan ditemukan potret masyarakat desa yang asri dan sederhana.

Selama -+ 3.5 jam, akirnya sampai juga saya di Stasiun Kejaksan Cirebon. Just info, terdapat dua (2) stasiun besar di kota Cirebon yaitu Stasiun Kejaksan, khusus Kereta bisnis dan Eksekutif sedangkan Stasiun Prujakan, untuk Kereta Api kelas Ekonomi. Stasiun ini memang sudah tidak asing namanya bagi saya karena dikota inilah saya mengenyam pendidikan Sarjana tepatnya di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Namun, seakan asing rasanya bagi saya yang sudah beberapa tahun menetap di Jakarta dan memang sudah jarang mampir ke kota yang khas dengan Nasi Jamblang dan Batik Mega Mendung ini. Sesaat flashback akan memori beberapa tahun silam, bergelut dengan buku pelajaran dan bercengkrama dengan Dosen- Dosen istimewa, menikmati suasana kota yang sangat nyaman dimalam hari, menyantap lezatnnya Nasi Jamblang dan Tahu Gejrot, sekedar nostalgia makan Bakso dan Rujak kangkung dekat kampus tercinta, silaturahmi ke beberapa tempat/ situs sejarah Cirebon, atau bahkan berkumpul bersama teman- teman kuliyah dulu. Dan masih banyak kenangan dan cerita seputar kota yang identik dengan ‘Udang’. Salah satu yang paling spesial misalnya terkait dengan Hati, ya disinilah saya mendapatkan perempuan yang special; cantik sikap dan indah sifatnya. Yang menerima segala kelebihan dan selalu membaikan kekurangan diri ini,dan dia menjadi motivator terbaik dalam proses penyelesaian perkuliyaah juga.



Stasiun Kejaksan Cirebon




Stasiun Prujakan Cirebon


Back to my topic. Saat melangkah menuju pintu keluar (exit) stasiun, kita akan disambut sederatan orang yang menawarkan Jasa transportasi berbentuk Becak, ojeg, maupun Taksi. Cirebon nyatanya sudah menjadi destinasi favorit sebagian orang pada waktu bisas, weekend maupun musim liburan. Image traveller pun akan melekat bagi siapa yang keluar dari pintu ‘exit’, makanya beberapa orang menawarkan alternative untuk sekedar mencari Tempat penginapan maupun jasa keliling kota (menikmati makanan dan tempat wisata). Untuk lebih efisien itinerary (rencana perjalanan) anda, khususnya bagi mereka menggunakan Kereta api alangkah baiknya terlebih dahulu mencari tempat penginapan menggunakan transportasi Becak/ Ojeg. Selain harga relative murah (pastinya harga bisa ditawar), biasanya tukang/ mamang (mang) becak akan mengantarkan tempat penginapan sesuai budget yang kita miliki dari Hotel yang rate nya murah sampai yang mahal permalamnya. Jumlah hotel disekitar stasiun Kejaksaan lebih banyak dibandingkan di sekitar stasiun Prujakan. Untuk itu, menurut saya stasiun Kejaksaan merupakan lokasi transit yang sangat representative di kota “wali’ ini dimana menjadi pusat perkotaan, banyak varian moda transportasi dan juga hotel/ tempat penginapan yang tersedia disekitarnya. Di akhir pekan khususnya di musim liburan, kapasitas hotel dicirebon seringkali penuh (full booked). Untuk memastikan ketersediaan tempat untuk menginap, disarankan reservasi terlebih dulu via online melalui situs yang terpercaya dan bisa juga anda mencari (searching) di google mengenai Hotel dicirebon. Karena ada sebagian hotel yang belum bisa dipesan melalui online. Contohnya Hotel Mega, hotel yang hanya bisa direservasi lewat telpon. Hotel ini salah satu rekomendasi  untuk tempat penginapan anda. Jarak dari stasiun Kejaksan cukup dekat (hanya 10ribu menggunakan Becak), fasilitas yang ditawarkan sangat baik  (AC, Springbed, TV, dan Breakfast) dan harganya relative murah (rate Rp 180.000-300.000an/malam). #Tempat PenginapanCirebon

Ada beberapa pilihan moda transportasi untuk anda agar bisa menjangkau beberapa tempat favorit (tempat wisata dan makananan) dikota Cirebon.

1.       Penyewaan motor/ mobil
Sewa motor merupakan cara yang paling fleksibel untuk mengelilingi tempat wisata dan kuliner dikota Cirebon. Harga sewa motor termasuk yang paling murah jika dibandingkan dengan transportasi lain. Harga sewa perharinya Rp 75.000 untuk motor disertai jaminan (KTP, STNK, SIM, Surat Nikah, dll), sementara untuk harga Sewa mobil bisa disearching langsung berhubung belum mencoba. Bagi yang belum memahami lokasi tempat wisata dan kuliner dikota Cirebon, anda bisa menggunakan Google maps atau menanyakan langsung ke orang dijalan yang anda temui. Jangan khawatir orang Cirebon dijamin ramah dan bersahabat kok. Terdapat 3 (tiga) kontak penyewaan motor dicirebon yang bisa saya rekomendasikan. |Sewa Motor 1: 08156404742 |Sewa Motor 2: 085724198194 |Sewa Motor 3: 081240010594

2.       Becak
Becak adalah transportasi konvensional beroda 3 (tiga) yang dikayuh manusia dan berkapasitas 2 orang. Becak sendiri menjadi moda transportasi masyarakat Cirebon sebelum arus modernitas berkembang. Bentuk becak Cirebon agak kecil jika dibandingkan dengan daerah lainnya seperti Bogor, Yogyakarta, dan tempat lainnya. Bahkan di luar Jawa justru becak dikendarai layaknya motor (Becak Motor). Jika keliling Cirebon menggunakan becak memang biaya yang dikeluarkan akan lumayan mahal, tapi akan lebih terasa suasana Cirebon tempo dulu. Dianjurkan penggunaan becak hanya untuk jarak dekat. Terdapat beberapa tempat yang wajib anda kunjungi yang lokasinya tak jauh dari Stasiun Cirebon misalnya Masjid At- Taqwa dan Alun- Alun Cirebon. Disekitar Masjid & alun- alun terdapat pedagang yang menjual makanan khas Cirebon (Tahu Gejrot, Nasi Jamblang) dan makanan lainnya yang wajib anda coba. Anda juga bisa melihat pemandangan Kota Cirebon dari atas Menara Masjid At- Taqwa.


Berada di becak Cirebon

3.       Ojeg
Selain sewa motor dan becak, anda bisa menggunakan jasa Tukang Ojeg untuk mengelilingi kota Cirebon. Memang tarifnya lebih mahal dari penyewaan motor itu sendiri yaitu Rp 30.000/ jam dan minimal penggunaan 4 jam lamanya. Tapi anda bisa juga menggunakan paket Ojeg dari pagi sampai sore untuk mengelilingi tempat wisata dan makanan khas Cirebon. Agar biaya yang dikeluarkan lebih murah jika dihitung tarif perjamnya. Nilai lebihnya dengan ngojeg, kita akan diantar menuju tempat wisata atau makanan yang kita inginkan tanpa bingung dengan rute jalannya apalagi bagi mereka yang pertama kali berkunjung di Cirebon. Kontak sewa ojeg di depan Stasiun Kejaksan cirebon yang bisa saya rekomendasikan  | Ojeg: 081324620508

4.       Taksi
Khusus bagi anda yang berkantong besar, Taksi mungkin cocok digunakan untuk menikmati tempat wisata dan makanan di kota ini. Layaknya ojeg, menggunakan taksi anda akan diantar menuju tempat- tempat favorit dikota Cirebon tanpa panas- panasan (apabila berpergian diwaktu siang hari) dan apalagi takut tersesat. Diusahakan untuk memulai aktifitas keliling Cirebon pagi atau menjelang siang agar banyak tempat yang anda bisa kunjungi sampai menjelang malam harinya. Tempat rental taksi bisa anda temukan didepan stasiun Kejaksan atau bisa juga langsung search/ menacri di google untuk opsi yang lebih banyak. #VarianTransportasiCirebon

Back to topic. Dari beberapa opsi transportasi yang tersedia, jatuhlah pilihan saya untuk menggunakan jasa sewa motor. Alasannya cukup simple, disamping biaya lebih murah juga sangat fleksibel untuk menjangkau beberapa tempat tujuan dengan waktu yang lebih singkat. Memang untuk jasa sewa motor dicirebon jumlahnya masih sedikit jika dibanding wisatawan yang berkunjung.  Sayapun harus menunggu sampai hari esok untuk mendapatkan motor sewaan dengan catatan memesan terlebih dahulu. Harga sewa motor Rp 75.000/hari dengan jaminan identitas diri (KTP, SIM, Passport), STNK. Biasanya pihak rental/ sewa motor meminta minimal 4 (empat) dokumen asli sebagai jaminannya. Terdapat 2 (dua) jenis motor yang disewakan; bebek dan matic, dengan fasilitas STNK motor, 2 (dua) helm, jas ujan, dan tentunya dengan kondisi motor yang laik jalan.


Sayangnya waktu yang saya punya cukup singkat (hanya 2 hari 1 malam) untuk menelusuri semua tempat- tempat istimewa dikota yang familiar dengan Empal gentongnya. Setelah solat dzuhur, saya melaju dengan motor sewa menghadiri pernikahan teman, dan hanya 15 menit dari tempat penginapan. Nyatanya, rute yang dilalui cukup sulit jika tidak menggunakan motor, karena lokasi dan angkutan transportasi yag harus saya naiki sampai tempat tujuan belum saya ketahui bahkan bisa berjam- jam jika tidak menggunakan motor. Sengaja saya persingkat kehadiran dipernikahan karena diwaktu sore saya harus kembali pulang ke Ibu kota. Namun masih ada beberapa jam untuk sekedar mencicipi makanan disekitar Alun- alun kota Kejaksan  Cirebon. Memang disekitar alun- alun Kejaksan kita akan mendapati jajanan khas Cirebon; Tahu Gejrot, Empal Gentong, Nasi Jamblang, ES Duren Kejaksan, dan beberapa makanan lainnya seperti Nasi Goreng, kerak Telor, Mie Ayam, dll. Dikesempatan itu, saya hanya mencoba mencicipi Es Duren Kejaksan dan Tahu Gejrot, tok. Mengenang masa kuliyah dulu, hampir seminggu 2 sekali mencoba Es duren Kejaksan. Harga Rp 15.000/ porsi untuk Es durennya, dan Tahu Gejrot Cirebon Rp 7.500/ porsi. Rasa dijamin enak dan berkesan deh. Juga berkesempatan melihat kota cirebon dari atas menara Masjid At- Taqwa dimana kota ini dikelilingi bangunan- bangunan yang indah, terdapat laut disebelah utara, juga bisa terlihat Gunung Ciremai disebelah selatan. Walaupun singkat, kunjungan dikota ini akan selalu berkesan. Berkesan dengan masyarakatnya, berkesan dengan tempatnya, berkesan dengan makanannya.

Tahu Gejrot Cirebon

Sekitar pukul 17.38 WIB, menggunakan Kerata Api Tawangjaya (100k, Ekonomi) saya berangkat dari Stasiun. Prujakan (Cirebon) dan tiba d Stasiun. Senen (Jakarta) pukul 20.38 WIB. Memang perjalanan saya kali ini sangat singkat jika dihitung dengan waktu namun tentunya bisa mengobati rasa ‘kangen’ dengan kota Cirebon. Cirebon, Kota Wali, Kota Tempat Sejarah, Kota Wisata, Kota Makanan dan Kota Oleh- oleh

Rabu, 22 Juni 2016

RIWAYAT HIDUP SYEKH SULAIMAN HILMI TUNAHAN

A.    Kelahiran Syekh Sulaiman Hilmi Tunuhan

Al-Imam Süleyman Hilmi Tunahan adalah daripada keluarga sarjana Islam yang terkemuka. Datuknya adalah Kaymak Hâfiz dan keluarganya adalah dari silsilah keturunan İdris Bey yang nasabnya sampai kepada Rasulullah s.a.w. Di zaman Sultan Muhammad al-Fatih (1444 – 1446 / 1451 – 1481), beliau mencari orang yang mempunyai nasab keturunan Nabi s.a.w. dan apabila İdris Bey ditemui, beliau dikahwinkan dengan saudara perempuan al-Fatih.

                                                 Syekh Sulaiman Hilmi Tunahan
Süleyman Hilmi dilahirkan di bandar Ferhatlar yang terletak di wilayah Silistre, (Bulgaria hari ini) pada tahun 1888. Pendidikan awalnya bermula di Madrasah Satırlı bersama-sama dengan adik beradiknya yang lain. Semasa di madrasah inilah kelebihan Süleyman Hilmi berbanding dengan anak-anaknya yang lain. Süleyman Hilmi diberikan perhatian yang intensif, malah dilayan secara istimewa agar kematangannya meningkat cergas.
B.     Keadaan Sosial Masyrakat dan Pendidikan
Süleyman Hilmi membesar di Istanbul di dalam suasana negara yang sedang kacau bilau. Semasa berlakunya rampasan kuasa penggulingan Sultan Abdul Hamid II pada tahun 1909, Süleyman Hilmi masih lagi di bangku pengajian. Dia menentang sekeras-kerasnya revolusi itu serta sebarang usaha pembaratan yang dilakukan.
Malang sekali, tidak sampai lima tahun Süleyman Hilmi beroleh ijazah pendidikannya, bumi Turki ditimpa musibah. Turkish Grand National Assembly telah dibentuk, Kesultanan dan Institusi Khilafah dimansuhkan, Sultan Mehmed VI Vahîdeddîn (1918 – 1922) digulingkan, Republik Turki diisytiharkan penubuhannya, dan akhir sekali, semua 520 sekolah di Turki telah digabungkan di bawah polisi pendidikan sekular pada tahun 1924. Oleh itu, Süleyman Hilmi bergerak aktif meneruskan aktiviti mengajarnya di Masjid Sultan Ahmet dan Süleymaniye, Yeni Cami, Şahzade Paşa, Kasim Paşa dan beberapa masjid yang lain.
Beliau juga terus menerus memberi peringatan kepada rakan-rakannya agar tidak takut kepada pemerintah, sebaliknya meneruskan usaha mengajar masyarakat ilmu Islam
C.    Strategi Syekh Sulaiman Hilmi Tunuhan dalam Pendidikan
Strategi Süleyman Hilmi Tunahan di dalam meneruskan profesyen perguruannya adalah seperti berikut:
1.      Sentiasa Bertukar Tempat

Di suatu hari, beliau mengajar anak-anak muridnya di bilik Muazzin di Masjid Şahzade Paşa dan pada hari yang berikutnya beliau mengajar di rumah salah seorang anak muridnya di penjuru Istanbul. Kadang-kadang beliau membawa anak muridnya ke celah-celah bangunan usang, atau di bilik-bilik bawah tanah di bangunan yang ditinggalkan. Pernah beliau berkata kepada anak muridnya, “Apa yang penting ialah dakwah kita berjaya, kerana itulah kita tidak kisah dengan nasib diri masing-masing. Kita menerima sahaja seandainya tempat kita adalah di tempat orang meletak kasut di majsid. Aku mengajar kamu dan aku pindahkan kamu dari satu tempat ke satu tempat seperti kucing yang menggendong anaknya”. Itulah Süleyman Hilmi Tunahan.
2.      Mengambil Upah Bercucuk Tanam

Al-Imam Süleyman Hilmi Tunahan mengambil upah bercucuk tanam bersama anak muridnya di ladang. Di waktu siang mereka memakai pakaian peladang dan bercucuk tanam. Manakala selepas tenggelam matahari, mereka akan memulakan sesi pengajian secara yang tersembunyi. Apabila kedudukan mereka dikesan oleh pihak polis, mereka akan membawa kitab masing-masing berpindah ke tempat lain, sama ada di ladang-ladang mahu pun di celah pergunungan.
3.      Menghantar Anak Muridnya Ke Merata Tempat Untuk Persediaan Dakwah

Süleyman Hilmi Tunahan sentiasa menggalakkan anak-anak muridnya supaya merantau dan membuka pusat-pusat pengajian al-Quran di sana. Katanya, “pergilah kamu semua ke kampung halaman masing-masing dan bukalah Dar al-Quran serta asrama pelajar di sana. Ajarkan anak-anak umat Muhammad s.a.w. Kitab Allah dan agama-Nya. Jika kamu laksanakan ini semua, aku lepaskan kamu. Seandainya tidak, akan kugenggam leher kalian!”
Pada tahun 1949, kerajaan telah membuka kembali sekolah agama hasil tekanan yang dikenakan oleh umat Islam di Turki. Apabila Parti Demokrat mendapat mandat memerintah pada tahun 1950, aktiviti-aktiviti Islam kembali aktif. Terkabullah pada masa itu impian Süleyman Hilmi dan beliau dapat mengajar semula secara sempurna. Pada masa itu, masjid-masjid sudah tidak berimam, malah jika ada berlaku kematian, jenazah menanti di masjid untuk disembahyangkan. Di zaman derita itulah Süleyman Hilmi terus gigih berbakti.
Sekolah menghafal al-Quran dan pendidikan bermanhajkan metodologi al-Imam Süleyman Hilmi Tunahan akhirnya ditubuhkan secara rasmi pada tahun 1952.
                                                  Makam Syekh Sulaiman Hilmi Tunahan
Kehidupan yang penuh derita dan sengsara ketika mengajar dan membesarkan anak-anak muridnya, menjadikan Süleyman Hilmi menderita fizikal badannya. Pada 16 September 1959, al-Imam Süleyman Hilmi Tunahan pulang kepada Allah ketika merah Maghrib melabuh tirai.

Source: Diintisarikan dari berbagai sumber

PESANTREN SULAIMANIYAH, TURKI

A.    Sejarah dan Perkembangan

Penetapan hukum penyatuan pendidikan di Turki pada tanggal 3 Maret 1924 memberikan dampak besar terhadap pendidikan Islam di negara tersebut. Pada awalnya, semua madrasah disatukan di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan.

Lambat laun, pengajaran Islam di madrasah dihapus total. Bahkan, dakwah Islam secara tradisional pun dilarang. Kondisi ini sangat memprihatinkan, terutama bagi pendiri Pondok Pesantren Sulaimaniyah, Syekh Sulaiman Hilmi Tunahan. Ia terus menggaungkan dakwah Islam hingga Sekolah Sulaimaniyah masih tegar berdiri hingga sekarang. Bahkan, hasil pendidikan dari institusi tersebut kini dapat dirasakan oleh para pelajar dan mahasiswa Indonesia.



Syekh Sulaiman bersama sekitar 560 guru lain mengirimkan telegraf kepada pemerintah. Mereka menyatakan bersedia menanggung beban keuangan akibat peperangan dengan mengajar gratis di sekolah-sekolah. Sayangnya, ide tersebut ditolak mentah-mentah oleh Pemerintah Turki ketika itu. Pengajaran Islam dianggap tindakan melawan hukum penyatuan pendidikan dan pelakunya dikenai sanksi.

"Banyak ulama yang dihukum mati ketika itu," kata Pimpinan Pondok Pesantren Sulaimaniyah Yogyakarta, Ustaz Yasir Bagci.

Dakwah Syekh Sulaiman terus berlanjut secara sembunyi-sembunyi. Di ladang-ladang, ia mengajar para petani dan buruh. Upaya ini akhirnya diketahui pemerintah. Ia diciduk oleh polisi dan diinterogasi. Syekh Sulaiman juga menghadapi persidangan dengan berbagai tuduhan, namun tak pernah terbukti bersalah.

Dakwah Syekh Sulaimaniyah terus berlanjut. Untuk mendapatkan ilmu agama, murid-muridnya harus menyamar sebagai pekerja tambang hingga pembuat bata. Dalam kondisi tertentu, ia benar-benar tak dapat duduk berkumpul dengan murid-muridnya. Pelajaran pun diberikan dalam perjalanan kereta api.

Kini perjuangan Syekh Sulaimaniyah telah berbuah manis. PP Sulaimaniyah telah berkembang ke berbagai penjuru dunia. cabang-cabang pesantren ini telah tersebar di puluhan negara.

Di Indonesia, pesantren ini bergerak di bawah Yayasan United Islamic Cultural Center of Indonesia (UICCI). Organisasi ini secara resmi bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) RI memberikan pendidikan gratis untuk mencetak dai-dai dengan pengalaman pendidikan di Indonesia dan Turki



PP Sulaimaniyah telah membuka 21 cabang di berbagai kota di Indonesia. Mulai dari pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa bisa mengenyam pendidikan di situ. Ada pula pesantren khusus tahfidz dan tadris. Tahun depan, Pesantren Sulaimaniyah akan membuka sembilan cabang baru sehingga total 30 cabang akan berdiri di Indonesia.

United Islamic Cultural Centre of Indonesia (UICCI) atau Yayasan Pusat Persatuan Kebudayaan Islam di Indonesia pertama kali berdiri pada tahun 2005, pengelola Pondok Pesantren Sulaimaniyah telah memberikan dukungan kepada anak-anak Indonesia yang berprestasi dan berkeinginan belajar di Pondok Pesantren Sulaimaniyah dengan menggunakan metode Turki Otsmani.

Anak-anak tersebut diasuh dengan baik dan mendapatkan fasilitas makan 3 (tiga) kali sehari, tempat tinggal, kesehatan, perlindungan, pendidikan Agama Islam, Menghafal Al-Qur`an Al-karim dan pendidikan bahasa asing yaitu bahasa Turki, bahasa Arab.

Menurut Taceddin yang merupakan warga Turki asli ini, pondok Pesantren Sulaimaniyah adalah sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial keagamaan, bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan mengutamakan siswa berprestasi baik yang mampu maupun yang kurang mampu, sehingga mempunyai pola pikir dan keyakinan yang Islami di Era Globalisasi saat ini.


B.  Tujuan

Tujuan utama didirikannya pesantren-pesantren ini adalah mencetak generasi muda yang berilmu dan bertaqwa sehingga selama siswa dalam asrama kami mengajarkan ilmu-ilmu agama diantaranya Alqur’an Al-karim, Fikih, Akhlak, Tauhid sesuai dengan AhlSunnah wal-Jama’ah.


C. Program- Program Pesantren Sulaimaniyah Turki

Pondok Pesantren Sulaimaniyah mempunyai program kerja jangka pendek, menengah dan panjang.

1.      Program jangka pendek

-         Mendirikan Boarding School, sebagai asrama para siswa SMP dan SMA agar lebih efektif dalam pembinaan moral, kepribadian, kebudayaan yang tidak terlepas dari ajaran Islam sebagai dasar pembentukan sikap dan mental pada generasi yang tangguh di masa yang akan datang.
-         Ikut mensukseskan program pendidikan wajib belajar melalui :
-         Pendataan siswa berprestasi yang ingin belajar.
-         Dukungan finansial bagi para siswa berprestasi dari keluarga yang kurang mampu
-         Pembinaan pendidikan di luar jam sekolah
-         Memberikan motivasi kepada para siswa untuk dapat mandiri.

2.     Program jangka menengah

-         Memperlancar kegiatan, yayasan berupa melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan
-         Mengadakan pertemuan secara periodic dengan orang tua siswa untuk mempererat tali silaturrahim dan mengetahui permasalahan yang dihadapi siswa
-         Dalam waktu satu tahun murid dapat menghafal Al-Qur`an 30 juz dengan baik.

3.     Program jangka panjang

-         Mengusahakan Boarding School untuk tingkat perguruan tinggi
-         Mengusahakan lapangan kerja bagi alumni berprestasi
-         Menyediakan tenaga para medis untuk menjaga kesehatan
-         Mengusahakan mendirikan cabang Boarding School di seluruh provinsi dan kabupaten di wilayah RI

D.       Proses Pendidikan Pesantren Sulaimaniyah Tuki

Beberapa bulan pertama di PP Sulaimaniyah, para santri akan diajak memperlancar bacaan Alquran. Ini menjadi syarat wajib untuk menghafal Alquran dengan baik dan benar. Para santri diharapkan dapat menghafal Alquran dalam setahun.
Tahun kedua, para santri diajari ilmu nahwu dan shorof sebagai dasar mempelajari bahasa Arab. Mereka juga diajari bahasa Turki sebagai bekal belajar dan komunikasi dua tahun berikutnya di negara tersebut.




Sistem menghafal di PP Sulaimaniyah menggunakan metode Utsmani. Para hafiz menghafal Alquran dari halaman paling belakang di tiap juz. Secara bertahap, mereka menambah hafalan satu halaman dari belakang tiap juz.

Source: Diintisarikan dari berbagai sumber